SAM RATULANGIE

CATATAN2 

Prof. Louky Sondakh:

Membahas karakteristik KEPEMIMPINAN secara budaya Minahasa dimana diamati oleh beliau adanya PERGESERAN2 yang berarti yang beliau bahas secara terperinci.

KOMENTAR :Perlu kita ingat bahwa dimasa kini dengan  adanya berbagai PROFESI maka sangat baik jika disamping karakteristik2 yang sudah disebut diatas dibutuhkan pula ciri kemampuan MENGINSPIRASI kearah kreativitas untuk dapat menghasilkan pembaruan2 yang akan sangat dibutuhkan dimasa mendatang. Bahwasanya tenaga muda Kawanua memiliki kemampuan untuk itu telah ada bukti2nya.

Dr. Benni Matindas :

Perihal kasus Gery van Klinken dan Aditjondro saya berikan penjelasan sbb : Kira2 diakhir tahun 1980an saya didatangani oleh seorang Belanda yang berpenampilan seperti “back-packer”. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Gery van Klinken dan sedang mengerjakan karya promosi DOKTOR. Ia. memohon apakah kiranya ia perkenankan membaca buku2 Ayah saya.

Karena belum lama berselang kami pindah rumah maka saya katakan : “Boleh saja tetapi karena kami baru pindah buku2nya masih ada di gudang. Tetapi kalau Anda mau silahkan lihat2 saja disana.” Diapun ke gudang dan setelah beberapa waktu keluar dan memohon pinjam tiga jilid. Setelah beberapa hari ia mengembalikan ketiga buku itu dan ia berkata bahwa NANTI kalau disertasinya telah lengkap ia BERJANJI akan mengirimkan satu kopy kepada saya. “Ya bagus,” kataku. Waktu berselang dan saya telah lupa akan orang itu sampai ditahun 2004 saya diundang oleh Prof. Sondakh untuk menghadiri Dies Natalis Fak. Ekonomi  UNSRAT dimana hadir pula Prof.Aditjondro yang kemudian duduk disebelah saya dan ia berceritera bahwa ia sebenarnya ingin menjabat di UNSRAT tetapi tidak ada alokasi jadi ia kemudian mendapat penempatan di Universitas di Palu.

Sewaktu giliran beliau berbicara ia mulai “Saya senang bahwa disini ada Ibu Lani, karena saya ingin beritahukan disini bahwa Ayahnya BUKAN DOKTOR.  Dst, dst,nya.” Saya bengong dan berpikir “Orang apa ini ????” Lalu dia tambah kan lagi bahwa Sam Ratulangie adalah seorang koruptor. (Cerita lama yang sudah ditanggapi berpuluh2 kali oleh saya) Demi kelengkapan saya tanggapi saja lagi bahwa itu adalah sebagai akibat dari JEBAKAN yang digelontorkan penjajah sewaktu Ayah saya Anggauta Volksraad yang saat itu dirasakan sudah terlalu “vokal”. Caranya dengan meminta Ayah saya menandatangani satu Reis Declaratie  dimana dengan sengaja ditambahkan Fl 100.- Hal ini tidak sempat dilihat oleh Ayah saya sewaktu ia menandantangani deklarasi itu karena sedang sibuk berdiskusi dengan seorang rekan. Jadi karena tidak ada perincian pennggunaan dana itu ia dianggap menggelapkan dana itu jadi KORUPSI. Iapun disidang dan dihukum empat bulan di Lembaga Pemasyarakatan di Bandung dan setelah itu tidak lagi diperkenankan menjadi anggauta Volksraad, karena seseorang yang pernah terhukum sudah tidak layak lagi duduk sebagai anggauta Volksraad (1937). Namun dalam keempat bulan menjalani “hukuman” di penjara Sukamiskin, Bandung, beliau menlis buku “Indonesie in den Pacific” dibantu oleh Ibu saya dari rumah.

Pada waktu saya ditahun 2004 diundang UNSRAT menghadiri Acara Dies Natalis Fakultas Ekonomi saya tidak mengetahui bahwa van Klinken rupa2nya telah menjadi “DOKTOR” disatu Universitas yg entah dimana di Australia bahkan ybs telah tulis buku dimana ia gembar-gemborkan bahwa Ayah saya TIDAK DOKTOR dll. Setelah itu saya sempat tiga kali mengirim email kepadanya untuk dikirimi disertasinya sesuai yang ia janjikan sewaktu ia mengembalikan buku2 yang ia pernah pinjam. Namun sama saya sekali tidak mendapat jawaban atas email2 tersebut sampai kini.

Klinken tidak tahu bahwa ditahun 2005 saya memperoleh satu berkas yang saya dapat langsung dari Nederlandsch Archief den Haag. Berkas ini memuati kopi semua surat2 yang berkenaan dengan Ayah saya sampai tahun 1919. yang ada di sekretariat Menteri Urusan Jajahan BELANDA. Didalamnya termasuk pula dokumentasi lengkap tentang komunikasi antara Menteri Urusan Jajahan dengan Rektor Universitas Zurich (Prof. Dr. Schroeter) dimana menteri mempertanyakan hal ikhwal Sam Ratulangie, mahasiswa yang mestinya ada disana. Rektor Prof. Schroeter menjawab bahwa memang ada orang yang dipertanyakan, sedang sibuk mengerjakan karya DOKTORATE pada Prof.Dr.Sueter dan diperkirakan ybs, akan selesai tahun depan (SURAT2 Rektor ttg 23.10.1917 dan 17.12.1917).

Diantara dokumen2 juga ada yang menyatakan bahwa Sam Ratuangie diterima mendapat penempatan sebagai guru pada Sekolah Teknik di Jogya dengan gaji Fl. 500 setiap bulan bersama isterinya, yang adalah Doktor medis.. Sebelum berangkat mereka telah diberikan uang jalan Fl 500 pula. Pengangkatannya atas nama Dr.Phil. Gerungan Samuel Saul Jacob RATU LANGIE tertanggal 23 Januari 1919. Silahkan baca: .https://laniratulangi.wordpress.com/2009/09/22/sam-ratu-langie-belajar-di-eropa-1913-1919/ 

Bpk Mouddy JOHASAN

Perihal Patung Sam Ratulangie di Davao. Kira2 35 tahun lalu oleh Pemerintah Pilipina, dalam rangka memperingati 100 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Pilipina Jose RIZAL (https://en.wikipedia.org/wiki/Jos%C3%A9_Rizal), diadakan Acara Pertukaran Patung Pahlawan Nasional mereka dengan Patung Pahlawan Nasional dari 100 negara sahabat mereka. Undangan untuk turut dalam pertukaran ini juga diterima oleh Pemerintah Indonesia. Maka dibentuk satu panitia oleh Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mempersiapkan hal2 yang berkenaan dengan tanggapan atas Undangan ini. Paniia ini diketuai oleh Prof. Adri LAPIAN dan diputuskan atas dasar berbagai pertimbangan bahwa akan diusulkan Pahlawan Nasional SAM RATULANGIE, patungnya akan dipertukarkan dengan Patung Jose RUZAL. Diusulkan pula agar Patung SAM RATULANGIE di tempatkan di Davao, sedangkan Patung Jose RIZAL akan ditempatkan di Bitung. Demikianlah usulan diterima dan dilaksanakan. Maka pada hari H saya diminta untuk mewakili keluarga ikut dengan rombongan dari Manado, tetapi karena keberangkatan ditunda2 maka yang berangkat sebagai wakil keluarga adalah Dr, Fred RAMPEN. (https://laniratulangi.wordpress.com/?p=255) Posisi dari patung SAM RATULANGIE ternyata di pusat kota Davao, didepan UNIVERSITAS DAVAO. Dengan perkembangan zaman tempat ini menjadi semakin ramai sehingga diahun 2018 Patung dipindahkan ketempat yang lebih anggun dan tenang yakni di MILLINEUM PARK Davao. (NOTE: Sebegitu saya temukan referensi2 berkaitan saya akan mengunduh nya disini.)

Ir. Roddy Tinggogoy;

Si Tou Timou Tumou Tou,(https://wordpress.com/post/laniratulangi.wordpress.com/779).

Ada pertanyaan yang diajukan : “Mengapa dialih bahasakan sebagai “ Manusia dilahirkan untuk memanusiakan manusia lain “ ???? BENAR, pertanyaan itu saya juga arahkan kepeda keponakan saya berna Ir. Widowati Sudjoko – Ratulangie, sewaktu terjemahan ini pertama2 diluncurkan kira2 20 tahun lalu. Pendapat saya memang kata2 emas seperti itu SANGAT SULIT untuk dialih-bahasakan karena artinya filisofis dan mungkin lebih baik digunakan “as is” kalau perlu ditambah penjelasan deskriptip.

Beberapa tahun lalu saya menghadiri ceramah oleh Dr. Tinggogoy SENIOR di Balai Pelestarian Nilai2 Budaya di Manado.(https://wordpress.com/post/laniratulangi.wordpress.com/1087 ) Pada kesempatan itu saya juga mendapat buku kecil yg membahas hal tsb. 

Mungkin seaiknya pada kesempatan ini saya meminta satu usulan yang menurut Bp. Roddy Tinggogoy lebih baik untuk terjemahan ST4.

Bagi saya ada perasaan bahwa waktu yang tersedia untuk diskusi agak kurang karena ada beberapa masukan atau komentar yang masih tidak sempat saya tanggapi seperti misalnya yang diajukan oleh Bpk. Pitra Ratulangie

Jika masih ada hal2 lain yang perlu tanggapan atau penjelasan maka dapat disampaikan secara email ke alamat lani.ratulangi@gmail.com agar saya jawab dan tambahkan langsaung atau dalam bentuk ADENDUM dihalaman ini

SEKIAN, TERIMA KASIH>

Lani Ratulangie.

(Dr Ir.Matulanda SUGANDI-RATULANGIE_)

Published by laniratulangi

I am a retired chemical consultant, now enjoying my "golden years", dedicating myself to all sorts of hobbies: reading, blogging, digging

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: