Keturunan Dr. G.S.S.J. Ratu Langie

Pada Skema dibawah ini tertera nama dari keturunan Sam Ratu Langie (Status Desember 2003)

Masing-masing nama lengkap dan data lainnya tertera dibawah ini

http://www.geocities.ws/landaratulangi/desc/ketrn

Jika link diatas di-klik maka website asli dari Geocities akan tampil, perlu diketahui bahwa Geocities (MBAH BUYUTnya WordPress, Facebook dlsbnya) telah lama bubar maka adalah kebaikan dari mereka mempertahankan bebrapa websites yang walaupun gratisan dapat dilihat.oleh kita SEKARANG. Memang banyak yang telah dihapus dan karena itu hanya tinggal beberapa link yang masih eksis.

Akan diusahakan agar dalam waktu tidak terlalu lama editor (DR. Matulanda SUGANDI-RATLANGI) meng-update dan merapihkan tampilan dan termasuk juga “link”nya yang mungkin cukup menguras tenaga.

TERIMAKASIH atas perhatian Anda

DR. Matulanda SUGANDI-RATULANGI, 31 Juli 2020.

Selamat Tahun Baru

Kepada Ibu Prof. DR Ellen KUMAAT Rektor UNSRAT

beserta Staf PIMPINAN UNSRAT

Peralihan tahun 2021/2022 membawa saya pada suatu realita yang te4nyata membutuhkan satu masa adaptasi yang cukup lama. Realita baru yang dihadapi adalah fakta bahwa tidak ada lagi “doing business as usual” akan tetapi kita harus siap akan adanya perubahan yang mendadak dan nyata disamping perubahan yang perlahannya samapai hampir2 tidak terdeteksi.

Dalam suasana demikian saya menulis postingan ini.

Oleh karena faktor dominan dinegara kita yang penduduknya melampaui 210 juta jiwa maka jelas bahwa yang pertama2 harus di upayakan adalah agar kita SELAMAT, sejahtera dan sehat. Faktor yag kedua adalah agar lingkungan atau habitat yang dipercayakan keberadaannya kepada kita tetap terjaga

Bagi negara dan bangsa kita tentu satu bimbingan yang jelas dan tegas telah diperlihatkan oleh Presiden Jokowi dengan peresmian Kawasan Hijau Industri Kaiimantan. Karena kelihatannya masalah dana sudah disiapkan ketersediaanya, makan kini yang paling penting adalah bahwa untuk merealisasikan rencana ini dibutuhkan sangat banyak tenaga kerja yang masih harus dipersiapkan, Dan dalam persiapan ini sangat dibutuhkan dukungan/bantuan dari universitas2. Beberapa hal mengenai rencana pemerintah dalam Kawasan ini saya persiiahkan Anda untuk mencari di internet dan melihat kedua video dibawah ini.

Untak dapat memberikan dukungan yang diharapkan dalam hal persiapan tenaga kerja untuk Kawasan Hijau dan juga untuk industri petrokimia maka bagi Universitas SAM RATULANGIE saya usulkan agar di Fakultas Teknik perlu diadakan program ekstenifikasi jurusan dan di jurusan yang telah ada diadakan program intensifikasi penyesuaian agar supaya selambat2nya pada awal semester ganjil yad telah dapat beroperasi.

Jadi sisa semester ini digunakan untuk menjyusun program dan rekrutmen jikalau mungkin.

Satu hal yang juga perlu dipersiapkan adalah program kerjasama dengan Fakultas Teknik UI atau ITB untuk dapat mengawaii perencanaan program perluasan FakultasTeknikUNSRAT ini.

Untuk sementara dalam situasi dan kondisi sepert sekarang ini saya menunggu pertanyaan dari pihak UNSRAT.

Ini adalah dua bahan referensi yang perlu disimak untuk dapat lebih mengerti kebutuhan, tenaga kerja yang perlu didukung pembinaannya oleh berbagai Universitas di Indonesia.

Terima kasih atas perhatian Anda

Jakarta, 25 Januari 2022

DR Matulanda SUGANDI-RATULANGI

SELAMAT NATAL

Kepada semua saudara2 dan kawan2 yang merayakannya.

Diberitahukan juga bahwa MENYESAL Facebook menerapkan “Facebook PROTECT” pada halaman saya sejak tanggal 18 Desember 2021 dengan alasan yang tidak jelas dan saya mendapat kesulitan untuk membuka maupun menggunakan halaman saya di FB.

Selamat bergembira dan memohon kesehatan bagi kita semua dan juga SELAMAT TAHUN 2022 walaupun mengenang dengan hati yang sedih adikku sayang Ibu Uki Sudjoko-Ratulangie yang telah mendahului kami dibulan Maret 2020.

25 Desember 2021,

Lani Ratulangi / Matulanda SUGANDI-RATULANGI

WALE SAM RATULANGI

Kepada Ibu REKTOR UNSRAT Prof.Dr.Ir. ELLEN KUMAAT dan staf serta Ir. THOR SUTAN ASSIN,kami ucapkan TERIMA KASIH atas PERESMIAN “WALE RATULANGI” pada 5 November 2021 di Manado

Adapun konsep Wale Ratulangi telah lama dikandung di benak keluarga dan kawan2 sesuai yang dicurahkan melalaui pendirian Yayasan Indoneia di Pasifik tiga dekade yang lalu dengan bermacam2 aktivitas dan pemikiran2 sebagaimana dapat dilihat di postingan2 berikut :

KINI dengan adanya WALE SAM RATULANGI selaku satu wadah dalam UNIVERSITAS SAM RATULANGI jelas bahwa langkah ini merupakan satu langkah yang menentukan dalam realisasi berkelanjutan dari cita2 SAM RATULANGI. Untuk ini kami atas nama seluruh keluarga mengacapkan TERIMA KASIH atas BERKAT TUHAN SANG PENCIPTA dengan harapan akan suksesnya karya2 kita bersama. Amin

MILLY and LATIFAH

Milly Ratulangie adalah kakak saya yang berbeda umur 4 tahun diatas saya Milly meninggal ditahun 1996 pada waktu kami dikapal menuju Srerui untuk satu acara peringatan. Latifah Marzuki adalah kawan Milly yang paling dekat. Mereka berkawan sejak kecil dan terus selama masa remaja juga semasa masing2 telah berkeluarga. Kini sejak 11 November yang baru lalu dimana kudengar Latifah baru meninggal pada umur kira2 94 tahun aku kebetulan ketemu foto2 yang kusajikan disini. May both of you REST IN PEACE in GOD’S BeauIifUL Garden

The pictures above show Milly and Latifah whilst in the center is a picture of Latifah with Zusje Tupamahu (the late Ibu Iwan Sutan Assin) when they were in Amsterdam acting in a play where Latifah was made up as a “prince” and Zusje as a beautiful eastern princess. At least that was what I was told long ago ……..

Therefore I made a posting to remember all three of them as an OBITUARY to them.

MAY GOD TAKE MILLY. LATIFAH and ZUSJE in a garden full of lovely flowers in HEAVEN, Amen.

LANI RATULANGI

Resepsi Pernikahan SISCA & YEHEZKIEL

Pada hari Jumat 12 November 2021 saya diundang untuk menghadirinya:

Waktu berkunjung maka saya diantar putra bungsu saya Radian Ratulangie yang sempat membuat fotofoto ini. Kami datang tepat waktu dan ternyata acaranya di Lantai 26 Hotel Aston , Jakarta.

Saya sudah sekitar dua tahun tidak meninggalkan rumah karena kesehatan saya kurang mendukung. Lagipula ada restriksi keluar yang tidak perlu karena Covid 19 ini jadi agak kagok bergerak walaupun hanya diantara saudara2 sekalipun. Apalagi pada kesempatan ini semua tampak bergembira walaupun memakai masker. Saya pun juga pakai masker yang hanya sekali2 saya tanggalkan.

Banyak foto dibuat yang merupakan kenangan yang manis bagi kita semua,

SELAMAT BERBAHAGIA SISCA dan YEHEZKIEL Kiranya TUHAN MEMBERKATI.

MENERIMA TANDA PENGHARGAAN BANK INDONESIA di Manado atas nama keluarga.

Saya harus konsentrasi mengingat tanggal dan tahun karena sudah lama sekali ga ngeblog dengan serius. Tetapi kini pelan2 saya ingat bahwa pada 14 Agusus 2019 sore hari saya menerima telepon dari seorang yang saya telah lupa namanya BANK INDONESIAyang memberitahukan bahwa beliau dari BI (ya…. Bank Indonesia) Manado dan bahwa saya diundang untuk ke Manado (wow…. saya langsung BANGUN dari lamun2anku) “Bagaimana Pak????” saya menanya sekali lagi.

Pokoknya saya diundang ke Manado oleh BI Manado untuk menerimakan satu TANDA PENGHARGAAN yang merupakan ucapan terima kasih dari pihak Bank Indonesia kepada keluarga, atas perseujuan yang diberikan oleh Keluarga Sam Ratulangie dua tahun lalu untuk menggunakan Foto Almarhum Ayah saya pada mata uang edisi 2016 yang telah berlalu itu. Silahkan lihat postingan yang memperlihatkan foto2 pada persiapan2 yang dperlukan dalam rangka penerbitan ini : https://www.flickr.com/photos/matulanda/albums/72157678014441743?fbclid=IwAR1QqWWcPuo8qHFCb-UiIIujtD0qwN13XIJEMl4vMF0GUy3JuNSpOb-49OI.

Pendek kata atur punya atur dalam waktu kurang dari dua hari direncanakan bahwa saya akan berangkat didampingi putera saya yang bungsu Radian Ratulangie untuk memenuhi Undangan ini termasuk tiket dan penginapan untuk kami dua orang. berangkat tanggal 16 flight terakhir dari Garuda. Kami dijemput oleh seorang petugas wanita dari BI dan diantar ke hotel. Keesokan harinya pk 8.00 sudah dijemput dan berangkat ke areal Gedung Bank Indonesia Manado dimana semua sudah disiapkan untuk berlangsungnya Acara 17 Agustus 2019

Paduan suara Bank Indonesia cabang Manado cukup membangkitkan semangat.
Kuterima ksrsngan bunga Merah Putih dan dapat tempat didepan.
Pokoknya diantara pembesar2 bank aku berupaya untuk tidak canggung…….
Bapak Argonas memberikan Tanda Penghaergaan dari Bank Indoneia untuk Keluarga Bsar SAM RATULANGIE
Dengan senang saya mendengarkan penjelasan2nya.

Atas nama Keluarga Besar SAM RATULANGIE saya mengucapkan TERIMA KASIH kepada BANK INDONESIA atas penghargaan yang diberikan menggunakan foto SAM RATULANGIE atas mata uang baru edisi 2016.

INI adalah PLAQETTE mata uang edisi khusus PMBUKAAN yang mencantumkan foto SAM RATULANGIE.

Demikianlah LAPORAN saya perihal penerimaan PLAQUETTE edisi khusus PERDANA mata uang Rp. 20.000,- yang menggunakan foto SAM RATULANGIE.

TERIMA KASIH kepada BANK INdONESIA.

a/n Keluarga Besar SAM RATULANGIE

Manado, 17 Agustus 2019


Menghadiri PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA 2018

Dengan tidak disangka2 sebelumnya tiba2 saya menerima surat undangan untuk menghadiri Acara Peringatan Hari Lahir PancaSila pada tanggal 1 Juni 2018. Karena belum pernah menghadiri acara semacam ini maka segera aku memeinta agar putera saya Radian Ratulangie meluangkan waktu untuk mengantar saya. Dan waktu tiba hari H maka iapun dengan kendaraannya menjemput dan mengantar saya ke tempat berlangsungnya acara tersebut.

Teryata acaranya berlangsung di gedung yang saya ingat sebagai gedung VOLKSRAAD dizaman kolonial. Digedung ini pernah ditahun 1927 Ayah saya menyajikan Pidato Perdana beliau sesuai postingan berikut; ⁠https://matulanda.wordpress.com/2011/11/07/pidato-perdana-sam-ratulangie-di-depan-volksraad-15-juni-1927/

sewaktu ia mewakili Persatuan Minahasa di “College van Gedelegeerden” dari badan yang “terhormat” dizaman Belanda itu.

Konon juga ditahun 1945 Ayah saya mengikuti sidang2 BPUPKI (Badan Pelaksanaan Umum Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang kemudian berubah namanya menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) sebagai wakil dari Indonsia bagian timur padamana beliau memimpin rombongan yang mewakili Indonesia bagian timur.

Dengan demikian maka sejarah gedung ini memang sudah tertanam dalam benak saya sejak saya masih kecil. Dan kini dizaman kemerdekaan era Presiden Joko Widodo saya merasa bangga bahwa dapat hadir di Gedung Bersejarah ini untuk turut memperingati Peringatan Hari Lahir Pancasila tepat di Gedung tempat dilahirkan Pancasila yang adalah Filsafat Dasar Negara kita.

Baiklah….. maka setelah tiba digerbang gedung dimana surat undangan diperiksa oleh petugas maka saya turun dan masak ke halaman acara sedangkan  Radian berupaya mencari keterangan dimana a dapat parkir kendaraannya. Dimana ternyata ia mendapat keterangan bahwa parkirannya disuatu tempat yang cukup jauh sehingga saya mulai berjalan perlahan2 kearah tempat acara. Setelah meliwati beberapa pos terema tamu maka saya rasa sebaiknya menunggu disitu dulu agar Radian dapat menemukan saya. Beruntunglah ada tempat yang terlindung pepohonan sehingga perasaan agak nyaman. Setelah Radian sampai maka kami masuk tempat upacara yang segera akan dimulai.

Dibawah ini kopy dati surat undangan

Barisan mulai dipersiapkan dan kedatangan Presiden ditunggu
Tepat setelah Presiden Joko Widodo tiba acara dapat dimulai
This image has an empty alt attribute; its file name is hps-2018-03.jpg
Aku melihat2 kedalam buku Edisis khusus majalah PRISMA yang dibagikan.yang ternyata informatip sekali.

Setelah upacara selesai maka Acara dilanjutkan didadalam gedung dan saya membuat beberapa foto.

Dibagian dalam disediala\\kan foyo yang bersejarah
Beraxlaturahmi sejenak dengam Bpk Gubernur DKI Anies BASWEDAN dan bercurhat perihal patung Alm. Ayah saya yang terlantar.

Curhat saya kepada Bp. Gubernur DKI Aniea Baswedan adalah perihal patung Ayah saya sesuai yang tersebut di posting berikut https://laniratulangi.com/2009/08/24/jalan-sam-ratu-langie-26-28-jakarta-pusat/

Semoga keprihatinan yang melanda segenap keluarga keturunan Pahlawan Nasional SAM RATULANGIE dan para pemerhati dapat memperoleh perhatian dari penguasa.

Demikianlah postingan saya semoga ada yang berkenan melihatnya dan untuk itu saya sampaikan TERIMA KASIH.

Jakarta, 10 September 2021

SEJARAH SINGKAT KKK

Phase I

Pada tahun 1970’an beberapa tokoh dari Pakasaaan Kakas seperti :
1. Jan Walandow (Presdir Sarunta Waya)
2. Hein Lalamentik (mantan Gubernur NTT)
3. Hans dan Non Tengker (Ketua Yayasan Gideon)
4. Jules Walandow (wakil Predir Sarunta Waya)
5. Radus Lalamentik (pejabat Departemen Keuangan)

Dari Pakasaan Remboken :
1. Daan Mogot (Kapten (Purn) Pejuang Kemerdekaan)
Dari pakasaan Toudano, Touliang, Toulimambot :
1. Frans Sigar (Pejabat Departemen Pertanian)
2. Ben Matulandi (Guru dan Pejuang Kemerdekaan)
3. Giroth Wagey (Guru Pensiunan)
4. Otto Rondonuwu ( mantan anggota DPR, Pejuang)
5. Laksamana (Purn) Frick Sumanti (mantan komandan Koarmil)
6. Hans Kawulusan (Kolonel AL (Purn) Ass. Deputi Dewan Pertahanan
Keamanan Nasional)
7. Eddy Mambu (Jaba Utama Muda, Ass. Deputi Pertahanan Nasional)

Mereka sepakat mendirikan suatu perkumpulan dengan nama Pinasungkulan Ne Toudano, suatu wadah beranggotakan orang-orang dirantau berasal dari negeri-negeri sekeliling Danau Tondano, untuk memperkenalkan wadah ini kepada masyarakat Jakarta, khususnya masyarakat Kawanua, maka diadakanlah malam kesenian dengan judul “Semalam Suntuk di Danau Tondano”. Pergelaran ini
diadakan di Istana Olahraga Senayan (Istora), dan malam pergelaran sukses dihadiri oleh masyarakat Kawanua di Jakarta dan merangsang kawanua-kawanua untuk bergabung dengan perkumpulan yang baru dibentuk.
Pinasungkulan Ne Toudano di ketuai oleh Jan Walandow.

Phase II

Atas usulan:
1. LN Palar (Babe) mantan Dubes RI di PBB
2. Willy Pesik (mantan Konjen Deplu di Vietnam)
3. Mayjen Piet Ngantung (dosen Lemhanas)
Ketiga-tiganya bukan orang Toulour, oleh sebab itu mereka anjurkan agar
Pinasungkulan Ne Toudano diperluas menjadi Pinasungkulan Ne Kawanua, agar seluruh orang-2 Minahasa di rantau terutama yang ada di Jakarta dapat tertampung dalam wadah tsb.

Usul yang simpatik ini diterima dengan baik oleh Perkumpulan Pinasungkulan Ne Toudano, dan dipilih sebagai ketua pada wadah itu Laksamana (Purn) Frick Sumanti.
Selama kepengurusannya, pecatur-pecatur kawanua berjaya di forum nasional
dan internasional. Sebagai bukti nyata : Gedung Percasi yg terletak di Jl. Tanah
Abang I dinamakan Wisma Frick Sumanti.

Phase III

Dalam perkembangan selanjutnya dibawah kepengurusan Mayjen Piet Ngantung, organisasi ini berubah nama menjadi “Kerukunan Keluarga Kawanua” pada
tanggal bulan 1973.

Dalam era ini didirikanlah :
1. Yayasan Kebudayaan Minahasa, sebagai ketua Ibu Non Tengker. dr. Gerard
Paat ditampung di YKM karena adalah Ketua Lembaga Minahasa di Taman
Ismail Marzuki.
2. Yayasan Toar Lumimuut yang bercita-cita mendirikan Wale Pinaesaan Ne
Kawangkoan di Batu Pinabetengan (Kawangkoan).

Phase IV

Mayjen (Purn) Piet Ngantung digantikan oleh Ventje Sumual. Dalam kepengurusan beliau, KKK berkembang pesat. Hampir seluruh perkumpulan keluarga, negeri/kampung/profesi di Jabotabek bergabung dalam wadah KKK ini. Malahan usaha-usaha untuk menggabungkan perkumpulan-perkumpulan kawanua di Surabaya dan luar negeri, seperti Los Angeles (California), New York dalam wadah KKK sudah sedang dilaksanakan.

Dalam kepengurusan Ventje Sumual didirikanlah Gema Mapalus Raya yang telah
mendirikan bank-bank perkreditan rakyat di Minahasa sebagai wujudan kepedulian
kawanua-kawanua di rantau untuk ikut membangun Minahasa.

Phase V

Ventje Sumual digantikan oleh Benny Tengker yang dikenal besar kepeduliannya
pada olahraga, sehingga yang menonjol dalam masa kepengurusannya adalah
petinju-petinju ASMI/AMI menjadi terkenal.

Kedua, pendekatan dengan Pemda Minahasa dan Majelis Kebudayaan Minahasa
diintensifkan sehingga praktis seluruh kegiatan-kegiatan di Minahasa, baik itu berupa seminar, peragaan keseniaan, dll dihadiri oleh Pengurus KKK. Sebaliknya Pemda Minahasa dan majelis kebudayaan Minahasa selalu menghadiri kegiatan-kegiatan dari KKK di Jakarta, baik itu perayaan Natal, Paskah, pagelaran-pagelaran kesenian. Terjadi hubungan timbal balik dan hubungan yang erat/mesra.

Phase VI

Kepengurusan 2002-2007 terbentuklah kepemimpinan kolektif yang disepakati oleh
Majelis Perwakilan Anggota (MPA) berupa Presidium.
Yang masih hidup, dari orang-orang yang telah memprakarsai Pinasungkulan Ne Toulour sehingga menjadi Pinasungkulan Ne Kawanua adalah :
1. Mayjen (Purn) Piet Ngantung
2. Kol (Purn) Hans E. Kawulusan (anggota Badan Pembina 2002-2006)
3. Julian Walandow (anggota Badan Pembina 2002-2006)
4. Eddy Mambu, SH (anggota Badan Pembina 2002-2006)
Dari ke 4 orang ini, dapat dikonfirmasi sejarah lahirnya Kerukunan Keluarga
Kawanua.
Jakarta, 26 Januari 2003
Ttd
(Eddy Mambu)

Tambahan:
• Tersebut dalam no. 1 diatas, selama ini adalah Ketua phase IV dan Ketua Badan Pembina Yayasan Kebudayaan Minahasa dan Yayasan Toar
Lumimuut.
• Tersebut no. 2, duduk sebagai anggota pengurus dalam 3 phase.
• Tersebut no. 3, duduk dalam kepengurusan 3 phase.
• Tersebut no. 4, duduk dalam kepengurusan selama 3 phase dan sekarang
menjadi Ketua I Yayasan Kebudayaan Minahasa.
• Tersebut dalam no. 2,3, sekarang anggota Badan Pembina Pengurus KKK
periode 2012 – 2016

==========
DEWAN PEMBINA, DEWAN PENASEHAT & DEWAN PENGURUS KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA ( KKK ) Periode 2012 – 2016

Ketua Dewan Pembina : Letjen. TNI (Purn) E.E. Mangindaan

Ketua Dewan Penasehat : Benny Tengker

DEWAN PENGURUS :
KETUA UMUM : Irjen (Pol) Dr. Benny J. Mamoto SH Msi.
WAKIL KETUA UMUM : Angelica B.J. Hahijari – Tengker
SEKRETARIS JENDRAL : Benny D. E. Soputan
WK SEKRETARIS JENDRAL : Jerry M. Logahan
BENDAHARA UMUM : Nova E. Rumondor
WAKIL BENDAHARA : UMUM Boy David Taga
BENDAHARA : Royke Tumilaar

Sumber Catatan:
• Naskah ini diketik kembali oleh Berce J. Paoki sesuai dengan data yang diberikan oleh Ibu. Mona Djemat Sigar sesuai dengan naskah
tulisan tangan (terlampir) dari Bapak Eddy Mambu.

===============
Sumber permasalahan dimulai pada pelaksanaan MPA VII yang dilaksanakan
Di Gedung LEMHANAS pada tgl. 15-16 November 2012.
Ketua Panitia Pelaksana MPA VII saat itu adalah Pdt. Ir Jimmy Tampi yang
ketika sidang MPA sedang berlansung pada hari pertama, tiba-tiba Jimmy Tampi
membuat surat pengunduran diri sebagai Ketua Panitia Pelaksana MPA VII.
Lalu yang bersangkutan ikut mencalonkan diri sebagai Calon Ketua Umum.
Sempat terjadi keributan, Namun sidang tetap berlanjut. Pada hari ke-2 berlangsung pemungutan suara. Dimana hasil pemungutan suara adalah sbb. :
1. Benny Jozua Mamoto mendapat 74 suara
2. Pdt. Ir.Jimmy Tampi mendapat 56 suara
3. Sylvia Mogot mendapat 20 suara
4. Berni Tamara mendapat 19 suara
5. Ricky Siwu mendapat 11 suara
6. Conny Potu mendapat 11 suara.

Sempat terjadi keributan lagi yang disponsori oleh 5 orang punakawan di belakang Jimmy Tampi, lima orang yang mempunyai “kepentingan pribadi” yang merasa tidak nyaman bila KKK dinahkodai oleh Benny Jozua Mamoto karena kepentingan mereka akan terganggu.

Pada tgl. 24 Januari 2013 dilaksanakan di Assembly Hall Plaza BAPINDO
(sekarang Plaza Mandiri) di Senayan, Jakarta Selatan. Saat itu Pdt. Ir. Jimmy Tampi menghadiri acara tersebut, membawakan doa syafaat, dan memberikan selamat dengan menyalami Benny J. Mamoto. Artinya apa itu? Jimmy Tampi mengakui Benny J. Mamoto sebagai Ketua Umum KKK Periode 2012-2016 yang syah!

Namun apa lacur, sebulan kemudian Pdt. Ir. Jimmy Tampi yang didorong oleh Ke 5 punakawan yang punya kepentingan pribadi, melaksanakan “MPA VII Lanjutan”. Entah bujuk rayu apa yang dilakukan oleh kelima punakawan tersebut sehingga seorang Jimmy Tampi yang seorang Hamba Tuhan kehilangan integritasnya. Tidak sadar kalau dimanfaatkan. Itulah awal lahirnya KKK sempalan dibawah Pdt.Ir. Jimmy Tampi yang berlarut Hingga hari ini. Tapi yang jelas, PATAKA KKK yang asli sekarang dipegang oleh Ibu Angelica Tangker sebagai Ketua Umum K3 periode 2016 – 2020
IYAYAT U SANTI!
Pakatuan wo pakalewiren

Sumber : Veddy JA Ompi
Copas dari Audy Enoch
🙏🙏👍👍👍

an/Admin dan Moderator
Johnny Frans Wantah
Johnny Frans
Gina.
Frans J Wantah

FORWARDED : Lani Ratulangie, Jakarta 12 November 2020