UNIVERSITAS SAM RATULANGI ziarah ke Makam (2020)

Walaupun ditengah2 ancaman Covid-19 maka pada hari Sabtu 29 Agustus 2020 para Pimpinan Universitas telah berziarah ke Makam DR.G.S.S.J Ratu Langie di Tondano.

Berikut adalah beberapa foto yanga saya peroleh dari tangan Bp. Prof. Pankie Pangemanan kemarin siang. Sebenarnya beliau mengajak saya untuk turut serta menyaksikan acaranya melalui “ZOOM” agar mendapat informasi langsung atau menjadi saksi langsung acara ini melalui teknik ZOOM, tetapi berhubung dengan dua hal, yakni PERTAMA saya belum fasih dalam menggunakan teknik ini walaupun Hp saya sebenarnya mampu, namun SAYA belum terbiasa gunakannya, KEDUA adalah fakta bahwa selisih waktu antara Tondano dan Jakarta adalah dua jam dan saya baru terbangun dari tidur yang cukup nyenyak (pada jam 5 pagi)) saya usulkan agar MOHON kiranya per video atau foto saja melalui internet atau WA saya diberi informasinya. TERIMA KASIH, Bp. Pankie Pangemanan. Berikut adalah foto2 terkait.

REKTOR UNSRAT Ibu Prof. ELLEN KUMAAT Menabur bunga di Makam

SEKIAN, Terima kasih.

SAM RATULANGIE

CATATAN2 

Prof. Louky Sondakh:

Membahas karakteristik KEPEMIMPINAN secara budaya Minahasa dimana diamati oleh beliau adanya PERGESERAN2 yang berarti yang beliau bahas secara terperinci.

KOMENTAR :Perlu kita ingat bahwa dimasa kini dengan  adanya berbagai PROFESI maka sangat baik jika disamping karakteristik2 yang sudah disebut diatas dibutuhkan pula ciri kemampuan MENGINSPIRASI kearah kreativitas untuk dapat menghasilkan pembaruan2 yang akan sangat dibutuhkan dimasa mendatang. Bahwasanya tenaga muda Kawanua memiliki kemampuan untuk itu telah ada bukti2nya.

Dr. Benni Matindas :

Perihal kasus Gery van Klinken dan Aditjondro saya berikan penjelasan sbb : Kira2 diakhir tahun 1980an saya didatangani oleh seorang Belanda yang berpenampilan seperti “back-packer”. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Gery van Klinken dan sedang mengerjakan karya promosi DOKTOR. Ia. memohon apakah kiranya ia perkenankan membaca buku2 Ayah saya.

Karena belum lama berselang kami pindah rumah maka saya katakan : “Boleh saja tetapi karena kami baru pindah buku2nya masih ada di gudang. Tetapi kalau Anda mau silahkan lihat2 saja disana.” Diapun ke gudang dan setelah beberapa waktu keluar dan memohon pinjam tiga jilid. Setelah beberapa hari ia mengembalikan ketiga buku itu dan ia berkata bahwa NANTI kalau disertasinya telah lengkap ia BERJANJI akan mengirimkan satu kopy kepada saya. “Ya bagus,” kataku. Waktu berselang dan saya telah lupa akan orang itu sampai ditahun 2004 saya diundang oleh Prof. Sondakh untuk menghadiri Dies Natalis Fak. Ekonomi  UNSRAT dimana hadir pula Prof.Aditjondro yang kemudian duduk disebelah saya dan ia berceritera bahwa ia sebenarnya ingin menjabat di UNSRAT tetapi tidak ada alokasi jadi ia kemudian mendapat penempatan di Universitas di Palu.

Sewaktu giliran beliau berbicara ia mulai “Saya senang bahwa disini ada Ibu Lani, karena saya ingin beritahukan disini bahwa Ayahnya BUKAN DOKTOR.  Dst, dst,nya.” Saya bengong dan berpikir “Orang apa ini ????” Lalu dia tambah kan lagi bahwa Sam Ratulangie adalah seorang koruptor. (Cerita lama yang sudah ditanggapi berpuluh2 kali oleh saya) Demi kelengkapan saya tanggapi saja lagi bahwa itu adalah sebagai akibat dari JEBAKAN yang digelontorkan penjajah sewaktu Ayah saya Anggauta Volksraad yang saat itu dirasakan sudah terlalu “vokal”. Caranya dengan meminta Ayah saya menandatangani satu Reis Declaratie  dimana dengan sengaja ditambahkan Fl 100.- Hal ini tidak sempat dilihat oleh Ayah saya sewaktu ia menandantangani deklarasi itu karena sedang sibuk berdiskusi dengan seorang rekan. Jadi karena tidak ada perincian pennggunaan dana itu ia dianggap menggelapkan dana itu jadi KORUPSI. Iapun disidang dan dihukum empat bulan di Lembaga Pemasyarakatan di Bandung dan setelah itu tidak lagi diperkenankan menjadi anggauta Volksraad, karena seseorang yang pernah terhukum sudah tidak layak lagi duduk sebagai anggauta Volksraad (1937). Namun dalam keempat bulan menjalani “hukuman” di penjara Sukamiskin, Bandung, beliau menlis buku “Indonesie in den Pacific” dibantu oleh Ibu saya dari rumah.

Pada waktu saya ditahun 2004 diundang UNSRAT menghadiri Acara Dies Natalis Fakultas Ekonomi saya tidak mengetahui bahwa van Klinken rupa2nya telah menjadi “DOKTOR” disatu Universitas yg entah dimana di Australia bahkan ybs telah tulis buku dimana ia gembar-gemborkan bahwa Ayah saya TIDAK DOKTOR dll. Setelah itu saya sempat tiga kali mengirim email kepadanya untuk dikirimi disertasinya sesuai yang ia janjikan sewaktu ia mengembalikan buku2 yang ia pernah pinjam. Namun sama saya sekali tidak mendapat jawaban atas email2 tersebut sampai kini.

Klinken tidak tahu bahwa ditahun 2005 saya memperoleh satu berkas yang saya dapat langsung dari Nederlandsch Archief den Haag. Berkas ini memuati kopi semua surat2 yang berkenaan dengan Ayah saya sampai tahun 1919. yang ada di sekretariat Menteri Urusan Jajahan BELANDA. Didalamnya termasuk pula dokumentasi lengkap tentang komunikasi antara Menteri Urusan Jajahan dengan Rektor Universitas Zurich (Prof. Dr. Schroeter) dimana menteri mempertanyakan hal ikhwal Sam Ratulangie, mahasiswa yang mestinya ada disana. Rektor Prof. Schroeter menjawab bahwa memang ada orang yang dipertanyakan, sedang sibuk mengerjakan karya DOKTORATE pada Prof.Dr.Sueter dan diperkirakan ybs, akan selesai tahun depan (SURAT2 Rektor ttg 23.10.1917 dan 17.12.1917).

Diantara dokumen2 juga ada yang menyatakan bahwa Sam Ratuangie diterima mendapat penempatan sebagai guru pada Sekolah Teknik di Jogya dengan gaji Fl. 500 setiap bulan bersama isterinya, yang adalah Doktor medis.. Sebelum berangkat mereka telah diberikan uang jalan Fl 500 pula. Pengangkatannya atas nama Dr.Phil. Gerungan Samuel Saul Jacob RATU LANGIE tertanggal 23 Januari 1919. Silahkan baca: .https://laniratulangi.wordpress.com/2009/09/22/sam-ratu-langie-belajar-di-eropa-1913-1919/ 

Bpk Mouddy JOHASAN

Perihal Patung Sam Ratulangie di Davao. Kira2 35 tahun lalu oleh Pemerintah Pilipina, dalam rangka memperingati 100 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Pilipina Jose RIZAL (https://en.wikipedia.org/wiki/Jos%C3%A9_Rizal), diadakan Acara Pertukaran Patung Pahlawan Nasional mereka dengan Patung Pahlawan Nasional dari 100 negara sahabat mereka. Undangan untuk turut dalam pertukaran ini juga diterima oleh Pemerintah Indonesia. Maka dibentuk satu panitia oleh Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mempersiapkan hal2 yang berkenaan dengan tanggapan atas Undangan ini. Paniia ini diketuai oleh Prof. Adri LAPIAN dan diputuskan atas dasar berbagai pertimbangan bahwa akan diusulkan Pahlawan Nasional SAM RATULANGIE, patungnya akan dipertukarkan dengan Patung Jose RUZAL. Diusulkan pula agar Patung SAM RATULANGIE di tempatkan di Davao, sedangkan Patung Jose RIZAL akan ditempatkan di Bitung. Demikianlah usulan diterima dan dilaksanakan. Maka pada hari H saya diminta untuk mewakili keluarga ikut dengan rombongan dari Manado, tetapi karena keberangkatan ditunda2 maka yang berangkat sebagai wakil keluarga adalah Dr, Fred RAMPEN. (https://laniratulangi.wordpress.com/?p=255) Posisi dari patung SAM RATULANGIE ternyata di pusat kota Davao, didepan UNIVERSITAS DAVAO. Dengan perkembangan zaman tempat ini menjadi semakin ramai sehingga diahun 2018 Patung dipindahkan ketempat yang lebih anggun dan tenang yakni di MILLINEUM PARK Davao. (NOTE: Sebegitu saya temukan referensi2 berkaitan saya akan mengunduh nya disini.)

Ir. Roddy Tinggogoy;

Si Tou Timou Tumou Tou,(https://wordpress.com/post/laniratulangi.wordpress.com/779).

Ada pertanyaan yang diajukan : “Mengapa dialih bahasakan sebagai “ Manusia dilahirkan untuk memanusiakan manusia lain “ ???? BENAR, pertanyaan itu saya juga arahkan kepeda keponakan saya berna Ir. Widowati Sudjoko – Ratulangie, sewaktu terjemahan ini pertama2 diluncurkan kira2 20 tahun lalu. Pendapat saya memang kata2 emas seperti itu SANGAT SULIT untuk dialih-bahasakan karena artinya filisofis dan mungkin lebih baik digunakan “as is” kalau perlu ditambah penjelasan deskriptip.

Beberapa tahun lalu saya menghadiri ceramah oleh Dr. Tinggogoy SENIOR di Balai Pelestarian Nilai2 Budaya di Manado.(https://wordpress.com/post/laniratulangi.wordpress.com/1087 ) Pada kesempatan itu saya juga mendapat buku kecil yg membahas hal tsb. 

Mungkin seaiknya pada kesempatan ini saya meminta satu usulan yang menurut Bp. Roddy Tinggogoy lebih baik untuk terjemahan ST4.

Bagi saya ada perasaan bahwa waktu yang tersedia untuk diskusi agak kurang karena ada beberapa masukan atau komentar yang masih tidak sempat saya tanggapi seperti misalnya yang diajukan oleh Bpk. Pitra Ratulangie

Jika masih ada hal2 lain yang perlu tanggapan atau penjelasan maka dapat disampaikan secara email ke alamat lani.ratulangi@gmail.com agar saya jawab dan tambahkan langsaung atau dalam bentuk ADENDUM dihalaman ini

SEKIAN, TERIMA KASIH>

Lani Ratulangie.

(Dr Ir.Matulanda SUGANDI-RATULANGIE_)

YAYASAN DGSSJR

(YAYASAN DR.G.S.S.J.RATULANGIE)

Pada saat ini dirasakan sangat sesuai atau bahkan dirasakan PERLU uniuk mmengingat kambal[ perhal saat2 kami atas usul adik saya Ibu Dr, Uki Sudjko-Ratulangie mengadakan persiapan2 kearah pembentukan Yayasan ini.

Karena waktu yang telah berselang cukup lama, mungkin sekitar 13 tahu atau lebih, maka dibawah ini saya sajikan beberapa foto dari rapat persiapan Yayasan ini sepanjanga pengetahuan saya sebagai kenang2an untuk menyegarkan ingatan. Sekali gus saya ingin usulkan untuk misalnya pada 25 September 2020 mengadakan ZOOM MEETING bersama seluruh KETURUNAN SAM RATULANGIE untuk membahas beberapa hal yang PERLU dibahas bersama

INDONESIA DALAM GELORA INTERNASIONAL (1949)

Dengan maksud untuk lebih memperkenalkan pemikiran Ayah saya: SAM RATULANGIE maka saya kini meREBLOG tulisan diatas.

Laniratulangi's Blog

Tulisan terakhir yang tak terselesaikan, dari tangan Dr. G.S.S.J. Ratu Langie ditahun 1949

Indonesia dalam Gelora Internasional

PENDAHULUAN(*)

I.             Aliran Atas

Faham liberal mendjadi filsafat – dasar dari bentuk sosial – politik Eropah-Barat dan Amerika dalam abad XIX. Berdasarkan filsafat kesusilaan ini kemudian berkembang suatu susunan social- ekonomi jang berbentuk free – trade liberalism, ialah kebebasan dalam mentjari nafkah dan jang kemudian mendjelma dan mendjadi kapitalisme.

Dilihat dari sudut politiek maka kemungkinan berkembangnja faham kapitalis itu ditjiptakan oleh Revolusi Perantjis. Apakah kapitalis itu pada hakekatnya susunan sosial-ekonomis seperti yang dimaksudkan oleh para pemikir revolusioner dari abad ke 18 itu masih disangsikan dan pula bukan tempatnja disini mendahului hal itu. Tetapi suatu kenjataan ialah bahwa Revolusi Perantjis dengan akibatnja berupa perobahan-perobahan sosial dan politik diseluruh Eropah memungkinkan tumbuhnja faham kapitalis.

Untuk tumbuh ini dibutuhkan, pertama kemerdekaan politik dan sosial dari individu (seseorang) sebagai anggota dari masjarakat dan sjarat kedua, bahwa tiap anggota dari masjarakat mendapat…

View original post 5,733 more words

Testimoni Bpk. B.J. Habibie



Dalam buku “Menuju Cahaya”, yg baru diluncurkan Minggu lalu, dihadiri Presiden, Wapres dan Kabinet Kerja.

“Ia Teguh di dalam Niat Baik”

Saya mengamati gerak juang Presiden Jokowi dan saya akui saya kagum kepadanya. Sebagai orang yang juga pernah memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di Indonesia, saya tahu, tidak mudah memimpin Indonesia. Negeri kita memiliki persoalan yang kompleks di berbagai bidang: politik, ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan sebagainya. Banyak sekali pekerjaan rumah yang tak terselesaikan dan senantiasa menjadi tantangan berat bagi Presiden Republik Indonesia.

Tapi, Jokowi dengan sangat tenang membuat strategi yang cerdas dan mengurai satu per satu permasalahan di negeri ini. Jelas tidak mudah. Tapi, ia konsisten dan penuh komitmen melakukan niat baiknya. Dengan teguh, ia laksanakan apa yang menurutnya akan menjadi hal terbaik bagi rakyat Indonesia dan ia buktikan itu dengan proses yang penuh kesabaran.  Ia begitu banyak melakukan perjalanan ke daerah untuk memastikan semua proyek dan program pemerintah bagi rakyat bisa terselesaikan dengan baik. Ia memastikan segalanya ada di rel yang baik.

Sepanjang itu, ia digempur oleh kritikan, caci maki, dan penghinaan. Tapi, inilah hebatnya, ia tetap teguh berjalan dan mampu menahan diri. Ia mampu mengelola emosinya sehingga segala serangan itu tidak mengubah diri dan niat baiknya. Ia hadapi keadaan yang tajam dan penuh guncangan itu dengan kesabaran yang luar biasa. Kerja keras, niat baik, dan kesabaran adalah ciri kepemimpinan Jokowi yang sangat menonjol. Indonesia di dalam kepemimpinannya sedang dibawa menuju arah yang baik. Oleh sebab itu, saya setuju buku ini diberi judul  Menuju Cahaya. Ya, kita memang sedang diajak melangkah menuju terang.

Tantangan berat di depan nanti adalah bagaimana membangun manusia Indonesia yang tangguh di dalam alam kemajuan yang sangat agresif dan mengelola kekayaan alam nusantara agar mampu menyejahterakan rakyat secara adil. Saya yakin, Jokowi akan sanggup menciptakan hal-hal indah dan mengagumkan bagi negeri ini.

Sebagai mantan Presiden Republik Indonesia dan bagian dari rakyat Indonesia, saya berterima kasih memiliki Presiden seperti dirinya.

Bagi saya, Jokowi sudah seperti anak saya sendiri.

Saya sangat mencintainya.

Demikianlah Testimoni Habibie tentang JOKOWI

Yang muda dan yang tua…….

KEJUJURAN adalah yang PALING PENTING.

Anak2 dan Cu4 berlibur ke Nusa Penida dan Uluwatu

Enak ya jalan2 berlima sekeluarga…….

Di NUSA PENIDA

Di ULUWATU, Bali

Menyaksikan pentas RAMAYANA di Uluwatu

Penonton sampai 1.00 orang lebih…..

Hanoman KEREN !

Hanoman ditangkap namun dapat selamay ……..

Penonton dari aneka bangsa……..

….. dan juga anak cucuku……..

Demikianlah foto2 yang diterima dan aku menjaga rumah bersama Madja……..

DIES NATALIS UNSRAT ke-57, Bagian ke II

21 November 2018

Acara Perkenalan.

Sehari sebelum Acara Puncak, kami diundang oleh REKTOR UNSRAT,. Ibu Prof. Ellen Kumaat untuk berkenalan dengan para DEKAN FAKULTAS2 UNSRAT sambil menikmati makan siang direstoran pinggir laut. Acara sangat meriah dan menyempatkan pula agar ilmuwan2 yang pintar mengayunkan dendang aneka ritma menghibur kita semua……







Kalo mo ba-selfie samua senang…..

ALBUM aneka foto Dies yang lain aku temukan

SELAMAT HARI NATAL dan SELAMAT TAHUN BARU
Setelah Arara Resmi selesai


DIES NATALIS UNSRAT ke 57, Bagian ke-1

22 November 2018

Alangkah berbahagianya saya sewaktu menerima UNDANGAN untuk menghadiri Dies Natalis ke-57 Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT). Ini adalah satu kehormatan bagi saya diundang dan menyampaikan beberapa patah kata. Dibawah ini berbagai foto beserta keterangannya.

Foto lengkap yang memperlihatkan segenap panggung lengkap..






Sesuai acara maka ini adalah aku lagi ber”pidato”

Ternyata podest yang disediakan terpaksa harus saya tinggalkan agar dapat melihat apa2 yang diproyeksi

 Gubernur SULUT Bpk Olly Dondokambey menyampaikan sambutan

Suasana di Aula UNSRAT


Setelah bagian resmi selesai maka digelar  Acara Tiup Lilin dan Makan Siang bersama

Pada kesempatan itu maka saya teringat akan satu permohonan yang pernah didiskusika antara keluarga anak2 keturunan SAM RATULANGIE yang adalah sebagai berikut: Alangkah indahnya jikalau diarea Makam dan Monuman di Tondano disediakan satu perpustakaan dimana diupayakan agar segenap tulisan2 dari Sam Ratulangie dikumpulkan agar dapat dibaca oleh masyarakat luas.  Disamping itu koleksi buku2 pribadi dari anak dan cucu dapat dikumpulkan pula ditempat itu

Misalnya nama perpustakaan ini:

                                                PUSTAKA SAM RATULANGIE,                        PUSAT DATA DAN INFORMASI ILMIAH, TONDANO

Perpustakaan ini dikelola oleh seorang pustakawan profesional yang siap melayani berbagai permohonan informasi, baik yang ada ditempat maupun yang ada di perpustakaan lain didalam dan luar negeri melalui internet. Disamping itu akan diperlukan pula layanan audio-visual untuk kunjungan berkelompok.

Yang sangat membahagiakan saya adalah bahwa taggapan Bpk. Gubernur secara spontan adalah bahwa beliau setuju dengan permohonan yang kami ajukan ini, Bahkan ternyata bahwa setelah beliau meninggalkan Acara Dies, langsung menelpon kepada kami agar segera menemui Bupati Minahasa, Bpk. Ir. R.O.Roring yang kebetulan berada di Kantor Gubernur untuk memberi follow up atas persetujuan yang tadinya diberikan.

Maka oleh karena itu kami dengan diantar oleh Bp. Pankie Pangemanan segera berangkat ke kantor Gubernur dab menemui Bpk Bupati dan Wakil Bupati diruang tamu Gubernuran seperti dapat dilihat di foto2 berikut.

 

Ternyata Bpk Bupati dan Wakil Bupati sedang didepan gedung bercakap2 dengan para wartawan waktu kami tiba.
 
Agar tidak bertele2maka kami berkumpul di ruang pterima tamu Gubernuran untuk memulai diskusi

Saya sangat terkesan akan perhatian serius yang diberikan oleh kedua Bapak2 Pejabat Kabupaten Minahasa.

Hal ini tentu sangat menggembirakan bagi saya.

Monumen dan Makam Sam Ratulangie difoto dari atas.

Waktu kembali ke Jakarta maka langsung kami kabarkan berita indah yang membahagiakan kami semua kepada para saudara2 anak cucu SAM RATULANGIE> 

BAGIAN ke-II menyusul selekasnya.