My younger sister’s BDay in 2020

On the first of February 2020 I dropped in on Uki’s because it was her BDay…… and as each year a lot of family members and friends were there….. Also as usual cakes and wonderful food.Below are pictures that I made.

Posing for Dinas Selfie
THEpicfureL Uki, Paula and Lani\
The BDcake
OMG the food

With great sadness today I am editing this page saved in my folder marked as “DRAFTS” …….The reason is that on the 15th of March the same year my sister has left os all. Her departure is breaking my heart……

Because I was lying in the hospital with a kind of pleuritis or it might also have been an early Covid 19 attack. Anyway I still remember it was on a Saturday that Uki came to visit me riding in a wheelchair with her daughter Riri. After a while she was speaking to me in her usual way, however this time it seemed as if she had something important that she want me to know,,,,, .As far as I can remember, because I actually was half conscious, she was criticizing me about not doing the right things in my life….. Actually she used her tone like being an elder sister to me so that did not surprise me and I tried to evade a harsh reaction from my side by answering nonchalantly that I am busy with writing blogs….. and I added that I don’t care if anybody ever will read my writings or not.

These words seemed to arose a strong dislike to her causing she wanted to say something and as in her usual way, accentuating with throwing both arms up but this time she seemed not to have more energy to finish what she wanted to say and she leaned back in her chair and fainted. And I laid there just like half asleep.

I have wondered a lon time about what actually my younger sister has wanted to tell me and asked Riri who brought her in the hospital to visit me at that time..but only got a sketchy answer. And ever since that time, now more than two years ago, I am still wondering………Perhaps I will ask my elder sister when hopefully I can meet her on her hundred’s birthday next July in Holland if this is possible God Willing.

Jakarta,, June 5 2022

SEJARAH SINGKAT KKK

Phase I

Pada tahun 1970’an beberapa tokoh dari Pakasaaan Kakas seperti :
1. Jan Walandow (Presdir Sarunta Waya)
2. Hein Lalamentik (mantan Gubernur NTT)
3. Hans dan Non Tengker (Ketua Yayasan Gideon)
4. Jules Walandow (wakil Predir Sarunta Waya)
5. Radus Lalamentik (pejabat Departemen Keuangan)

Dari Pakasaan Remboken :
1. Daan Mogot (Kapten (Purn) Pejuang Kemerdekaan)
Dari pakasaan Toudano, Touliang, Toulimambot :
1. Frans Sigar (Pejabat Departemen Pertanian)
2. Ben Matulandi (Guru dan Pejuang Kemerdekaan)
3. Giroth Wagey (Guru Pensiunan)
4. Otto Rondonuwu ( mantan anggota DPR, Pejuang)
5. Laksamana (Purn) Frick Sumanti (mantan komandan Koarmil)
6. Hans Kawulusan (Kolonel AL (Purn) Ass. Deputi Dewan Pertahanan
Keamanan Nasional)
7. Eddy Mambu (Jaba Utama Muda, Ass. Deputi Pertahanan Nasional)

Mereka sepakat mendirikan suatu perkumpulan dengan nama Pinasungkulan Ne Toudano, suatu wadah beranggotakan orang-orang dirantau berasal dari negeri-negeri sekeliling Danau Tondano, untuk memperkenalkan wadah ini kepada masyarakat Jakarta, khususnya masyarakat Kawanua, maka diadakanlah malam kesenian dengan judul “Semalam Suntuk di Danau Tondano”. Pergelaran ini
diadakan di Istana Olahraga Senayan (Istora), dan malam pergelaran sukses dihadiri oleh masyarakat Kawanua di Jakarta dan merangsang kawanua-kawanua untuk bergabung dengan perkumpulan yang baru dibentuk.
Pinasungkulan Ne Toudano di ketuai oleh Jan Walandow.

Phase II

Atas usulan:
1. LN Palar (Babe) mantan Dubes RI di PBB
2. Willy Pesik (mantan Konjen Deplu di Vietnam)
3. Mayjen Piet Ngantung (dosen Lemhanas)
Ketiga-tiganya bukan orang Toulour, oleh sebab itu mereka anjurkan agar
Pinasungkulan Ne Toudano diperluas menjadi Pinasungkulan Ne Kawanua, agar seluruh orang-2 Minahasa di rantau terutama yang ada di Jakarta dapat tertampung dalam wadah tsb.

Usul yang simpatik ini diterima dengan baik oleh Perkumpulan Pinasungkulan Ne Toudano, dan dipilih sebagai ketua pada wadah itu Laksamana (Purn) Frick Sumanti.
Selama kepengurusannya, pecatur-pecatur kawanua berjaya di forum nasional
dan internasional. Sebagai bukti nyata : Gedung Percasi yg terletak di Jl. Tanah
Abang I dinamakan Wisma Frick Sumanti.

Phase III

Dalam perkembangan selanjutnya dibawah kepengurusan Mayjen Piet Ngantung, organisasi ini berubah nama menjadi “Kerukunan Keluarga Kawanua” pada
tanggal bulan 1973.

Dalam era ini didirikanlah :
1. Yayasan Kebudayaan Minahasa, sebagai ketua Ibu Non Tengker. dr. Gerard
Paat ditampung di YKM karena adalah Ketua Lembaga Minahasa di Taman
Ismail Marzuki.
2. Yayasan Toar Lumimuut yang bercita-cita mendirikan Wale Pinaesaan Ne
Kawangkoan di Batu Pinabetengan (Kawangkoan).

Phase IV

Mayjen (Purn) Piet Ngantung digantikan oleh Ventje Sumual. Dalam kepengurusan beliau, KKK berkembang pesat. Hampir seluruh perkumpulan keluarga, negeri/kampung/profesi di Jabotabek bergabung dalam wadah KKK ini. Malahan usaha-usaha untuk menggabungkan perkumpulan-perkumpulan kawanua di Surabaya dan luar negeri, seperti Los Angeles (California), New York dalam wadah KKK sudah sedang dilaksanakan.

Dalam kepengurusan Ventje Sumual didirikanlah Gema Mapalus Raya yang telah
mendirikan bank-bank perkreditan rakyat di Minahasa sebagai wujudan kepedulian
kawanua-kawanua di rantau untuk ikut membangun Minahasa.

Phase V

Ventje Sumual digantikan oleh Benny Tengker yang dikenal besar kepeduliannya
pada olahraga, sehingga yang menonjol dalam masa kepengurusannya adalah
petinju-petinju ASMI/AMI menjadi terkenal.

Kedua, pendekatan dengan Pemda Minahasa dan Majelis Kebudayaan Minahasa
diintensifkan sehingga praktis seluruh kegiatan-kegiatan di Minahasa, baik itu berupa seminar, peragaan keseniaan, dll dihadiri oleh Pengurus KKK. Sebaliknya Pemda Minahasa dan majelis kebudayaan Minahasa selalu menghadiri kegiatan-kegiatan dari KKK di Jakarta, baik itu perayaan Natal, Paskah, pagelaran-pagelaran kesenian. Terjadi hubungan timbal balik dan hubungan yang erat/mesra.

Phase VI

Kepengurusan 2002-2007 terbentuklah kepemimpinan kolektif yang disepakati oleh
Majelis Perwakilan Anggota (MPA) berupa Presidium.
Yang masih hidup, dari orang-orang yang telah memprakarsai Pinasungkulan Ne Toulour sehingga menjadi Pinasungkulan Ne Kawanua adalah :
1. Mayjen (Purn) Piet Ngantung
2. Kol (Purn) Hans E. Kawulusan (anggota Badan Pembina 2002-2006)
3. Julian Walandow (anggota Badan Pembina 2002-2006)
4. Eddy Mambu, SH (anggota Badan Pembina 2002-2006)
Dari ke 4 orang ini, dapat dikonfirmasi sejarah lahirnya Kerukunan Keluarga
Kawanua.
Jakarta, 26 Januari 2003
Ttd
(Eddy Mambu)

Tambahan:
• Tersebut dalam no. 1 diatas, selama ini adalah Ketua phase IV dan Ketua Badan Pembina Yayasan Kebudayaan Minahasa dan Yayasan Toar
Lumimuut.
• Tersebut no. 2, duduk sebagai anggota pengurus dalam 3 phase.
• Tersebut no. 3, duduk dalam kepengurusan 3 phase.
• Tersebut no. 4, duduk dalam kepengurusan selama 3 phase dan sekarang
menjadi Ketua I Yayasan Kebudayaan Minahasa.
• Tersebut dalam no. 2,3, sekarang anggota Badan Pembina Pengurus KKK
periode 2012 – 2016

==========
DEWAN PEMBINA, DEWAN PENASEHAT & DEWAN PENGURUS KERUKUNAN KELUARGA KAWANUA ( KKK ) Periode 2012 – 2016

Ketua Dewan Pembina : Letjen. TNI (Purn) E.E. Mangindaan

Ketua Dewan Penasehat : Benny Tengker

DEWAN PENGURUS :
KETUA UMUM : Irjen (Pol) Dr. Benny J. Mamoto SH Msi.
WAKIL KETUA UMUM : Angelica B.J. Hahijari – Tengker
SEKRETARIS JENDRAL : Benny D. E. Soputan
WK SEKRETARIS JENDRAL : Jerry M. Logahan
BENDAHARA UMUM : Nova E. Rumondor
WAKIL BENDAHARA : UMUM Boy David Taga
BENDAHARA : Royke Tumilaar

Sumber Catatan:
• Naskah ini diketik kembali oleh Berce J. Paoki sesuai dengan data yang diberikan oleh Ibu. Mona Djemat Sigar sesuai dengan naskah
tulisan tangan (terlampir) dari Bapak Eddy Mambu.

===============
Sumber permasalahan dimulai pada pelaksanaan MPA VII yang dilaksanakan
Di Gedung LEMHANAS pada tgl. 15-16 November 2012.
Ketua Panitia Pelaksana MPA VII saat itu adalah Pdt. Ir Jimmy Tampi yang
ketika sidang MPA sedang berlansung pada hari pertama, tiba-tiba Jimmy Tampi
membuat surat pengunduran diri sebagai Ketua Panitia Pelaksana MPA VII.
Lalu yang bersangkutan ikut mencalonkan diri sebagai Calon Ketua Umum.
Sempat terjadi keributan, Namun sidang tetap berlanjut. Pada hari ke-2 berlangsung pemungutan suara. Dimana hasil pemungutan suara adalah sbb. :
1. Benny Jozua Mamoto mendapat 74 suara
2. Pdt. Ir.Jimmy Tampi mendapat 56 suara
3. Sylvia Mogot mendapat 20 suara
4. Berni Tamara mendapat 19 suara
5. Ricky Siwu mendapat 11 suara
6. Conny Potu mendapat 11 suara.

Sempat terjadi keributan lagi yang disponsori oleh 5 orang punakawan di belakang Jimmy Tampi, lima orang yang mempunyai “kepentingan pribadi” yang merasa tidak nyaman bila KKK dinahkodai oleh Benny Jozua Mamoto karena kepentingan mereka akan terganggu.

Pada tgl. 24 Januari 2013 dilaksanakan di Assembly Hall Plaza BAPINDO
(sekarang Plaza Mandiri) di Senayan, Jakarta Selatan. Saat itu Pdt. Ir. Jimmy Tampi menghadiri acara tersebut, membawakan doa syafaat, dan memberikan selamat dengan menyalami Benny J. Mamoto. Artinya apa itu? Jimmy Tampi mengakui Benny J. Mamoto sebagai Ketua Umum KKK Periode 2012-2016 yang syah!

Namun apa lacur, sebulan kemudian Pdt. Ir. Jimmy Tampi yang didorong oleh Ke 5 punakawan yang punya kepentingan pribadi, melaksanakan “MPA VII Lanjutan”. Entah bujuk rayu apa yang dilakukan oleh kelima punakawan tersebut sehingga seorang Jimmy Tampi yang seorang Hamba Tuhan kehilangan integritasnya. Tidak sadar kalau dimanfaatkan. Itulah awal lahirnya KKK sempalan dibawah Pdt.Ir. Jimmy Tampi yang berlarut Hingga hari ini. Tapi yang jelas, PATAKA KKK yang asli sekarang dipegang oleh Ibu Angelica Tangker sebagai Ketua Umum K3 periode 2016 – 2020
IYAYAT U SANTI!
Pakatuan wo pakalewiren

Sumber : Veddy JA Ompi
Copas dari Audy Enoch
🙏🙏👍👍👍

an/Admin dan Moderator
Johnny Frans Wantah
Johnny Frans
Gina.
Frans J Wantah

FORWARDED : Lani Ratulangie, Jakarta 12 November 2020

UNIVERSITAS SAM RATULANGI ziarah ke Makam (2020)

Walaupun ditengah2 ancaman Covid-19 maka pada hari Sabtu 29 Agustus 2020 para Pimpinan Universitas telah berziarah ke Makam DR.G.S.S.J Ratu Langie di Tondano.

Berikut adalah beberapa foto yanga saya peroleh dari tangan Bp. Prof. Pankie Pangemanan kemarin siang. Sebenarnya beliau mengajak saya untuk turut serta menyaksikan acaranya melalui “ZOOM” agar mendapat informasi langsung atau menjadi saksi langsung acara ini melalui teknik ZOOM, tetapi berhubung dengan dua hal, yakni PERTAMA saya belum fasih dalam menggunakan teknik ini walaupun Hp saya sebenarnya mampu, namun SAYA belum terbiasa gunakannya, KEDUA adalah fakta bahwa selisih waktu antara Tondano dan Jakarta adalah dua jam dan saya baru terbangun dari tidur yang cukup nyenyak (pada jam 5 pagi)) saya usulkan agar MOHON kiranya per video atau foto saja melalui internet atau WA saya diberi informasinya. TERIMA KASIH, Bp. Pankie Pangemanan. Berikut adalah foto2 terkait.

REKTOR UNSRAT Ibu Prof. ELLEN KUMAAT Menabur bunga di Makam

SEKIAN, Terima kasih.

SAM RATULANGIE

CATATAN2 

Prof. Louky Sondakh:

Membahas karakteristik KEPEMIMPINAN secara budaya Minahasa dimana diamati oleh beliau adanya PERGESERAN2 yang berarti yang beliau bahas secara terperinci.

KOMENTAR :Perlu kita ingat bahwa dimasa kini dengan  adanya berbagai PROFESI maka sangat baik jika disamping karakteristik2 yang sudah disebut diatas dibutuhkan pula ciri kemampuan MENGINSPIRASI kearah kreativitas untuk dapat menghasilkan pembaruan2 yang akan sangat dibutuhkan dimasa mendatang. Bahwasanya tenaga muda Kawanua memiliki kemampuan untuk itu telah ada bukti2nya.

Dr. Benni Matindas :

Perihal kasus Gery van Klinken dan Aditjondro saya berikan penjelasan sbb : Kira2 diakhir tahun 1980an saya didatangani oleh seorang Belanda yang berpenampilan seperti “back-packer”. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Gery van Klinken dan sedang mengerjakan karya promosi DOKTOR. Ia. memohon apakah kiranya ia perkenankan membaca buku2 Ayah saya.

Karena belum lama berselang kami pindah rumah maka saya katakan : “Boleh saja tetapi karena kami baru pindah buku2nya masih ada di gudang. Tetapi kalau Anda mau silahkan lihat2 saja disana.” Diapun ke gudang dan setelah beberapa waktu keluar dan memohon pinjam tiga jilid. Setelah beberapa hari ia mengembalikan ketiga buku itu dan ia berkata bahwa NANTI kalau disertasinya telah lengkap ia BERJANJI akan mengirimkan satu kopy kepada saya. “Ya bagus,” kataku. Waktu berselang dan saya telah lupa akan orang itu sampai ditahun 2004 saya diundang oleh Prof. Sondakh untuk menghadiri Dies Natalis Fak. Ekonomi  UNSRAT dimana hadir pula Prof.Aditjondro yang kemudian duduk disebelah saya dan ia berceritera bahwa ia sebenarnya ingin menjabat di UNSRAT tetapi tidak ada alokasi jadi ia kemudian mendapat penempatan di Universitas di Palu.

Sewaktu giliran beliau berbicara ia mulai “Saya senang bahwa disini ada Ibu Lani, karena saya ingin beritahukan disini bahwa Ayahnya BUKAN DOKTOR.  Dst, dst,nya.” Saya bengong dan berpikir “Orang apa ini ????” Lalu dia tambah kan lagi bahwa Sam Ratulangie adalah seorang koruptor. (Cerita lama yang sudah ditanggapi berpuluh2 kali oleh saya) Demi kelengkapan saya tanggapi saja lagi bahwa itu adalah sebagai akibat dari JEBAKAN yang digelontorkan penjajah sewaktu Ayah saya Anggauta Volksraad yang saat itu dirasakan sudah terlalu “vokal”. Caranya dengan meminta Ayah saya menandatangani satu Reis Declaratie  dimana dengan sengaja ditambahkan Fl 100.- Hal ini tidak sempat dilihat oleh Ayah saya sewaktu ia menandantangani deklarasi itu karena sedang sibuk berdiskusi dengan seorang rekan. Jadi karena tidak ada perincian pennggunaan dana itu ia dianggap menggelapkan dana itu jadi KORUPSI. Iapun disidang dan dihukum empat bulan di Lembaga Pemasyarakatan di Bandung dan setelah itu tidak lagi diperkenankan menjadi anggauta Volksraad, karena seseorang yang pernah terhukum sudah tidak layak lagi duduk sebagai anggauta Volksraad (1937). Namun dalam keempat bulan menjalani “hukuman” di penjara Sukamiskin, Bandung, beliau menlis buku “Indonesie in den Pacific” dibantu oleh Ibu saya dari rumah.

Pada waktu saya ditahun 2004 diundang UNSRAT menghadiri Acara Dies Natalis Fakultas Ekonomi saya tidak mengetahui bahwa van Klinken rupa2nya telah menjadi “DOKTOR” disatu Universitas yg entah dimana di Australia bahkan ybs telah tulis buku dimana ia gembar-gemborkan bahwa Ayah saya TIDAK DOKTOR dll. Setelah itu saya sempat tiga kali mengirim email kepadanya untuk dikirimi disertasinya sesuai yang ia janjikan sewaktu ia mengembalikan buku2 yang ia pernah pinjam. Namun sama saya sekali tidak mendapat jawaban atas email2 tersebut sampai kini.

Klinken tidak tahu bahwa ditahun 2005 saya memperoleh satu berkas yang saya dapat langsung dari Nederlandsch Archief den Haag. Berkas ini memuati kopi semua surat2 yang berkenaan dengan Ayah saya sampai tahun 1919. yang ada di sekretariat Menteri Urusan Jajahan BELANDA. Didalamnya termasuk pula dokumentasi lengkap tentang komunikasi antara Menteri Urusan Jajahan dengan Rektor Universitas Zurich (Prof. Dr. Schroeter) dimana menteri mempertanyakan hal ikhwal Sam Ratulangie, mahasiswa yang mestinya ada disana. Rektor Prof. Schroeter menjawab bahwa memang ada orang yang dipertanyakan, sedang sibuk mengerjakan karya DOKTORATE pada Prof.Dr.Sueter dan diperkirakan ybs, akan selesai tahun depan (SURAT2 Rektor ttg 23.10.1917 dan 17.12.1917).

Diantara dokumen2 juga ada yang menyatakan bahwa Sam Ratuangie diterima mendapat penempatan sebagai guru pada Sekolah Teknik di Jogya dengan gaji Fl. 500 setiap bulan bersama isterinya, yang adalah Doktor medis.. Sebelum berangkat mereka telah diberikan uang jalan Fl 500 pula. Pengangkatannya atas nama Dr.Phil. Gerungan Samuel Saul Jacob RATU LANGIE tertanggal 23 Januari 1919. Silahkan baca: .https://laniratulangi.wordpress.com/2009/09/22/sam-ratu-langie-belajar-di-eropa-1913-1919/ 

Bpk Mouddy JOHASAN

Perihal Patung Sam Ratulangie di Davao. Kira2 35 tahun lalu oleh Pemerintah Pilipina, dalam rangka memperingati 100 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Pilipina Jose RIZAL (https://en.wikipedia.org/wiki/Jos%C3%A9_Rizal), diadakan Acara Pertukaran Patung Pahlawan Nasional mereka dengan Patung Pahlawan Nasional dari 100 negara sahabat mereka. Undangan untuk turut dalam pertukaran ini juga diterima oleh Pemerintah Indonesia. Maka dibentuk satu panitia oleh Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mempersiapkan hal2 yang berkenaan dengan tanggapan atas Undangan ini. Paniia ini diketuai oleh Prof. Adri LAPIAN dan diputuskan atas dasar berbagai pertimbangan bahwa akan diusulkan Pahlawan Nasional SAM RATULANGIE, patungnya akan dipertukarkan dengan Patung Jose RUZAL. Diusulkan pula agar Patung SAM RATULANGIE di tempatkan di Davao, sedangkan Patung Jose RIZAL akan ditempatkan di Bitung. Demikianlah usulan diterima dan dilaksanakan. Maka pada hari H saya diminta untuk mewakili keluarga ikut dengan rombongan dari Manado, tetapi karena keberangkatan ditunda2 maka yang berangkat sebagai wakil keluarga adalah Dr, Fred RAMPEN. (https://laniratulangi.wordpress.com/?p=255) Posisi dari patung SAM RATULANGIE ternyata di pusat kota Davao, didepan UNIVERSITAS DAVAO. Dengan perkembangan zaman tempat ini menjadi semakin ramai sehingga diahun 2018 Patung dipindahkan ketempat yang lebih anggun dan tenang yakni di MILLINEUM PARK Davao. (NOTE: Sebegitu saya temukan referensi2 berkaitan saya akan mengunduh nya disini.)

Ir. Roddy Tinggogoy;

Si Tou Timou Tumou Tou,(https://wordpress.com/post/laniratulangi.wordpress.com/779).

Ada pertanyaan yang diajukan : “Mengapa dialih bahasakan sebagai “ Manusia dilahirkan untuk memanusiakan manusia lain “ ???? BENAR, pertanyaan itu saya juga arahkan kepeda keponakan saya berna Ir. Widowati Sudjoko – Ratulangie, sewaktu terjemahan ini pertama2 diluncurkan kira2 20 tahun lalu. Pendapat saya memang kata2 emas seperti itu SANGAT SULIT untuk dialih-bahasakan karena artinya filisofis dan mungkin lebih baik digunakan “as is” kalau perlu ditambah penjelasan deskriptip.

Beberapa tahun lalu saya menghadiri ceramah oleh Dr. Tinggogoy SENIOR di Balai Pelestarian Nilai2 Budaya di Manado.(https://wordpress.com/post/laniratulangi.wordpress.com/1087 ) Pada kesempatan itu saya juga mendapat buku kecil yg membahas hal tsb. 

Mungkin seaiknya pada kesempatan ini saya meminta satu usulan yang menurut Bp. Roddy Tinggogoy lebih baik untuk terjemahan ST4.

Bagi saya ada perasaan bahwa waktu yang tersedia untuk diskusi agak kurang karena ada beberapa masukan atau komentar yang masih tidak sempat saya tanggapi seperti misalnya yang diajukan oleh Bpk. Pitra Ratulangie

Jika masih ada hal2 lain yang perlu tanggapan atau penjelasan maka dapat disampaikan secara email ke alamat lani.ratulangi@gmail.com agar saya jawab dan tambahkan langsaung atau dalam bentuk ADENDUM dihalaman ini

SEKIAN, TERIMA KASIH>

Lani Ratulangie.

(Dr Ir.Matulanda SUGANDI-RATULANGIE_)

YAYASAN DGSSJR

(YAYASAN DR.G.S.S.J.RATULANGIE)

Pada saat ini dirasakan sangat sesuai atau bahkan dirasakan PERLU uniuk mmengingat kambal[ perhal saat2 kami atas usul adik saya Ibu Dr, Uki Sudjko-Ratulangie mengadakan persiapan2 kearah pembentukan Yayasan ini.

Karena waktu yang telah berselang cukup lama, mungkin sekitar 13 tahu atau lebih, maka dibawah ini saya sajikan beberapa foto dari rapat persiapan Yayasan ini sepanjanga pengetahuan saya sebagai kenang2an untuk menyegarkan ingatan. Sekali gus saya ingin usulkan untuk misalnya pada 25 September 2020 mengadakan ZOOM MEETING bersama seluruh KETURUNAN SAM RATULANGIE untuk membahas beberapa hal yang PERLU dibahas bersama

Hari2 terakhir bersama MILLY

Memang sudah lama berselang tetapi keadaannya begitu unik dan mungkin unfuk para anggauta keluarga hal2 yang saya akan laporkan akan menarik.

Saya teringat bahwa ditahun 1995 pada suatu hari saat saya bertelepon dengan kakak saya tiba2 dia berkata bahwa dia mempunyai idee “Yuk kapan2 kita peringati waktu keluarga kita di-internir ke Serui”

Dan saya pikir “Not a bad idea” karena dalam hati saya memang kejadian yang kami alami pada “pembuangan” kami memberikan nuansa yang unik dalam kehidupan masing2 kami sehingga ada kerinduan kepada saat2 itu rupanya…… Maka demikianlah bola bergulir dan didukung oleh suami saya membantu dalam hal ini dengan menjadi Ketua Panitia sedangkan saya menjadi sekretaris. Kegiatan persiapan ada di postingan saya di WordPress.

Enam bulan sebelum hari H suami saya bersama saya berkunjung ke Serui untuk melihat keadaan saat itu di Serui. Dibawah ini beberapa foto pada Februeri 1996.

Waktu berkunjung ke desa nelayan
Danau air laut yang terkurung
Gedung SILAS PAPARE
Gedung IBUNDA IRIAN
Berkunjung ke pulau MAWAMPI
Menikmat ikan bakar yang dibeli dari nelayan
Sewaktu pulang diantar kawan2: Bp. Samori dan Dokter Octo

Kami juga mengadakan rapat bersama staf dari Bupati yang saat itu adalah Bp. Samori untuk mengukuhkan kerja sama dalam rangka persiapan2 program.

.https://laniratulangi.wordpress.com/2009/09/09/sarasehan-syukuran-makasar-serui-1996/..

Pokoknya Sarasehan di Makassar berjalan lancar dengan pembicara2 yang kebanyakan memberi sumbangan karena mereka adalah sahabat2 sekelas dari Milly, seperti misalnya Profesor2 Katili, Mochtar Kusuma Atmadja dll. Sehingga pada tanggal 31 Juli rombongan kami dapat berangkat dari Makassar ke Biak naik pesawat udara. Saya ingat keberangkatannya adalah malam hari sehingga tiba di Biak pada pagi hari setelah mana kami check in ramai2 dalam satu hotel yang relatip kecil untuk menunggu kesiapan kapal yang khusus disewa oleh masyarakat Serui untuk membawa kami dari Biak ke Serui. Sebelum berangkat setelah makan malam masih diadakan ibadah sederhana di hotel. Pada waktu naik ke kapal hari telah malam agar direncanakan tiba di Serui pada pagi hari dimana akan disambut oleh masyarakat setempat dengan perahu2 sambil menyanyikan lagu2 khas Serui.

Mengenai pembagian penggunaan kabin2 telah diatur oleh Panitia. Empat orang Ibu2 yakni kedua kakak saya Zus (Emilia Pangalila-Ratulangi) dan Milly bersama Dongky Rorimpandey dan Niniek (asisiten saya0 bersama2 ramai2 disatu kabin sedang yang lain2nya (ada beberapa kawan2 dari Makassar) pokoknya rombongan kita mungkin 25 orang kesemuanya anak2 mantan “interniran” plus rekan2nya. .

Menjelang subuh saya yg kebagian kabin bersama suami mendengar satu suara yang menanyakan: “Kamar kecilnya dimana, ya” Ternyata itu suara Milly dan karena saya dengar dia toch sudah bangun saya join ke kabin mereka dimana saya lihat Zus sedang pules tidur sedangkan Dongky Rorimpandey sedang membaca2 majalah. Saat itu Milly masuk kembali dari toilet dan bersiap2 mau naik ke ranjang diatas (Karena beliau dan Niniek paling muda dari keempat Ibu), namun belm naik2 keatas karena rupanya Milly mencari sesuatu dibawah bantal. Maka Dongky menanya: “Milly wat zoek je toch? Milly apa sih yang kaucari?” lalu dijawab oleh Milly: “Ik zoek mijn spuitje. Saya mencari semprotanku” “Ga dan zillen. Sebaiknya duduk saja” Lalu Milly duduk dipinggiran ranjang Dongky, tetapi langsung kolaps rebah sehingga ia berada diatas dada Dongky, …….

Dongky dari profesinya adalah perawat dan ia panggil2 Zus, ” Zus, zus, zus” tetapi suaranya kecil karena dadanya tertindih oleh Milly. Zus dari profesinya adalah dokter medis, akhirnya bangun, dan langsung mengerti keadaannya, ia menyuruh saya membantu merebahkan Milly terlentang diruang lantai antara kedua ranjang, dan Dongky bisa bangun. Lalu kedua mereka berupaya membangunkan Milly sesuai yang mereka ketahui dari profesi masing2. Tetapi ternyata mereka tidak berhasil ………

Demikianlah saat2 erakhir dari Milly. Dan selanjutnya berita meninggalnya Milly kita beritahukan kepada seluruh rombongan pada pagi hari dan seluruh acara penyambutan dijalankan sebagai direncanakan namaun TANPA nyanyian sehingga menjadi khidmat sekali. Sesampai di dermaga telah banyak orang yang sudah diberitahu bahwa ada perubahan acara dan Bp. Samori selaku Bupati setempat memberikan sambutan yang sesuai.

Jenazah Milly dibawa ke RS Serui sedangkan saya ikut ke rumah Bupati untuk menelpon beritanya kepada Mas Djoko yang beruntung masih dirumah. Setelah tersambung maka berkatalah aku: “Mas Djok, ada berita duka…..” , “Siapa” ,tanya Mas Djoko: “Milly” jawabku lalu menyerahkan telepon ke suami saya untuk menerusksn diskusinya…….

SELAMAT JALAN MILLY

Jakarta 5 Juni 2022

INDONESIA DALAM GELORA INTERNASIONAL (1949)

Dengan maksud untuk lebih memperkenalkan pemikiran Ayah saya: SAM RATULANGIE maka saya kini meREBLOG tulisan diatas.

Laniratulangi's Blog

Tulisan terakhir yang tak terselesaikan, dari tangan Dr. G.S.S.J. Ratu Langie ditahun 1949

Indonesia dalam Gelora Internasional

PENDAHULUAN(*)

I.             Aliran Atas

Faham liberal mendjadi filsafat – dasar dari bentuk sosial – politik Eropah-Barat dan Amerika dalam abad XIX. Berdasarkan filsafat kesusilaan ini kemudian berkembang suatu susunan social- ekonomi jang berbentuk free – trade liberalism, ialah kebebasan dalam mentjari nafkah dan jang kemudian mendjelma dan mendjadi kapitalisme.

Dilihat dari sudut politiek maka kemungkinan berkembangnja faham kapitalis itu ditjiptakan oleh Revolusi Perantjis. Apakah kapitalis itu pada hakekatnya susunan sosial-ekonomis seperti yang dimaksudkan oleh para pemikir revolusioner dari abad ke 18 itu masih disangsikan dan pula bukan tempatnja disini mendahului hal itu. Tetapi suatu kenjataan ialah bahwa Revolusi Perantjis dengan akibatnja berupa perobahan-perobahan sosial dan politik diseluruh Eropah memungkinkan tumbuhnja faham kapitalis.

Untuk tumbuh ini dibutuhkan, pertama kemerdekaan politik dan sosial dari individu (seseorang) sebagai anggota dari masjarakat dan sjarat kedua, bahwa tiap anggota dari masjarakat mendapat…

View original post 5,733 more words

Testimoni Bpk. B.J. Habibie



Dalam buku “Menuju Cahaya”, yg baru diluncurkan Minggu lalu, dihadiri Presiden, Wapres dan Kabinet Kerja.

“Ia Teguh di dalam Niat Baik”

Saya mengamati gerak juang Presiden Jokowi dan saya akui saya kagum kepadanya. Sebagai orang yang juga pernah memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di Indonesia, saya tahu, tidak mudah memimpin Indonesia. Negeri kita memiliki persoalan yang kompleks di berbagai bidang: politik, ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan sebagainya. Banyak sekali pekerjaan rumah yang tak terselesaikan dan senantiasa menjadi tantangan berat bagi Presiden Republik Indonesia.

Tapi, Jokowi dengan sangat tenang membuat strategi yang cerdas dan mengurai satu per satu permasalahan di negeri ini. Jelas tidak mudah. Tapi, ia konsisten dan penuh komitmen melakukan niat baiknya. Dengan teguh, ia laksanakan apa yang menurutnya akan menjadi hal terbaik bagi rakyat Indonesia dan ia buktikan itu dengan proses yang penuh kesabaran.  Ia begitu banyak melakukan perjalanan ke daerah untuk memastikan semua proyek dan program pemerintah bagi rakyat bisa terselesaikan dengan baik. Ia memastikan segalanya ada di rel yang baik.

Sepanjang itu, ia digempur oleh kritikan, caci maki, dan penghinaan. Tapi, inilah hebatnya, ia tetap teguh berjalan dan mampu menahan diri. Ia mampu mengelola emosinya sehingga segala serangan itu tidak mengubah diri dan niat baiknya. Ia hadapi keadaan yang tajam dan penuh guncangan itu dengan kesabaran yang luar biasa. Kerja keras, niat baik, dan kesabaran adalah ciri kepemimpinan Jokowi yang sangat menonjol. Indonesia di dalam kepemimpinannya sedang dibawa menuju arah yang baik. Oleh sebab itu, saya setuju buku ini diberi judul  Menuju Cahaya. Ya, kita memang sedang diajak melangkah menuju terang.

Tantangan berat di depan nanti adalah bagaimana membangun manusia Indonesia yang tangguh di dalam alam kemajuan yang sangat agresif dan mengelola kekayaan alam nusantara agar mampu menyejahterakan rakyat secara adil. Saya yakin, Jokowi akan sanggup menciptakan hal-hal indah dan mengagumkan bagi negeri ini.

Sebagai mantan Presiden Republik Indonesia dan bagian dari rakyat Indonesia, saya berterima kasih memiliki Presiden seperti dirinya.

Bagi saya, Jokowi sudah seperti anak saya sendiri.

Saya sangat mencintainya.

Demikianlah Testimoni Habibie tentang JOKOWI

Yang muda dan yang tua…….

KEJUJURAN adalah yang PALING PENTING.